10 Whistleblower yang Hebohkan Dunia, Ada yang Harus Membayarnya dengan Nyawa

Umaya Khusniah
Karen Silkwood. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Whistleblower merupakan sebutan untuk mereka yang bersedia mengungkap aib suatu instansi, organisasi atau lembaga negara ke hadapan publik demi penegakan hukum. Mereka mempertaruhkan semua hal mulai dari karier, keluarga hingga nyawanya demi menguak tabir gelap yang selama ini ditutup rapat. 

Berikut 10 orang Whistleblower paling terkenal sepanjang sejarah:  

1. Dokter Li Wenliang 

Wenliang nekat membocorkan hasil pemeriksaan pasien yang mengalami SARS, dengan jenis coronavirus yang harus diteliti lebih lanjut. Sayangnya, Wenliang meninggal karena Covid 19. 

Dokter berusia 34 tahun itu sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan setelah membocorkan kasus coronavirus. Oleh otoritas berwajib, Li dianggap menyebarkan hoax tentang virus korona beberapa pekan sebelum Kota Wuhan dikarantina. 

Kematian dokter Li karena memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Ada yang menganggapnya pahlawan, ada juga yang menyesalkan terbatasnya kebebasan berpendapat di China. 

2. Edward Snowden 

Pria berkacamata tersebut saat ini bersembunyi di Rusia. Pasalnya, Amerika Serikat menganggap dia sebagai pengkhianat setelah membocorkan rahasia negara. 

Tuduhan tersebut bermula dari skandal penyadapan oleh NSA yang dibeberkannya kepada wartawan. 

Para pendukung Snowden di AS berupaya mendorong pemberian grasi baginya menjelang lengsernya mantan Presiden Barack Obama. Sayang, Obama menolak memberikan pengampunan kepada Snowden.

3. Mark Felt

Mark Felt atau lebih dikenal dengan sebutan Deep Throat adalah pembocor rahasia kejahatan presiden AS Richard Nixon selama bertahun-tahun. Nixon pernah diduga terlibat dalam berbabagi operasi ilegal dan kekerasan. 

Felt mengungkap semuanya lewat bantuan media, the Washington Post dengan dua wartawannya yang terkenal Mark Woodward dan Carl Bernstein. 

Peristiwa ini dikenal dengan skandal Watergate. Gara-gara aksi Felt, Presiden Nixon terpaksa turun dari jabatannya. Sejak saat itu, publik Amerika tidak sepenuhnya percaya pada institusi kepresidenan. 

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Internasional
6 jam lalu

Bill Gates Minta Maaf Berhubungan dengan Predator Seks Jeffrey Epstein: Saya Bodoh!

Internasional
6 jam lalu

Tegas, Rusia Tak Akan Biarkan Iran Sendirian Hadapi Konflik dengan AS

Internasional
8 jam lalu

Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Demonstrasi Rusuh, Segini Jumlahnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal