Pihak berwenang melakukan perburuan besar-besaran setelah serangan itu, mengumumkan delapan orang kembali ditangkap pada Selasa (3/12/2019), di samping dua tersangka yang ditahan sebelumnya.
"Mereka yang ditangkap ikut serta secara langsung dalam serangan di Villa Union City Hall dan rumah-rumah yang mereka tembak di sepanjang jalan, serta konfrontasi dengan pasukan keamanan," kata Gubernur Coahuila Miguel Angel Riquelme, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/12/2019).
Para saksi mata mengatakan, orang-orang bersenjata mengenakan lencana Kartel Timur Laut, sebuah kartel narkoba yang didirikan oleh pasukan komando yang korup di negara bagian utara Tamaulipas pada 2010.
"Instruksi mereka adalah menakut-nakuti orang dan menebar teror dan merebut wilayah itu," kata Riquelme, kepada jaringan radio Formula Meksiko.
"Saya yakin mereka ingin membuka rute baru perdagangan narkoba ke Amerika Serikat," tuturnya.
Lopez Obrador, yang tepat satu tahun menjabat ketika insiden itu terjadi, mengalami beberapa kemunduran keamanan baru-baru ini, termasuk upaya yang gagal menangkap putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman dan pembantaian sembilan perempuan dan anak-anak dari keluarga Mormon AS-Meksiko bulan lalu.