Batalion Azov Ukraina menggelar latihan militer di dekat Mariupol pada 2015 lalu. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

MARIUPOL, iNews.idMayat 26 warga sipil yang menjadi korban pembantaian oleh resimen neo-Nazi Ukraina, Batalion Azov, ditemukan di area sebuah rumah sakit di Kota Mariupol. Temuan itu diungkapkan oleh perwakilan Republik Rakyat Donetsk (DPR) di Pusat Gabungan Kontrol dan Koordinasi Gencatan Senjata (JCCC), Kamis (21/4/2022).

“Pada Rabu (20/4/2022), para ahli kembali bekerja di area rumah sakit kota Nomor 4, di sana mereka terus merekam dan mendokumentasikan fakta kematian massal warga sipil,” ungkap Kantor DPR di JCCC lewat aplikasi Telegram, seperti dikutip kembali kantor berita Sputnik, hari ini.

“Total ada 26 warga sipil tewas yang menjadi korban penembakan besar-besaran oleh batalion nasionalis Azov adalah ditemukan di wilayah ini... di sepanjang gedung institusi kesehatan,” kata kantor itu lagi.

Batalion Azov adalah unit militer berhaluan neo-Nazi yang menjadi salah satu alasan Rusia melancarkan serangan ke Ukraina sejak Februari lalu. Batalion tersebut dianggap sebagai salah satu aktor utama yang melakukan genosida terhadap warga Ukraina Timur (Donbas) yang berbahasa Rusia, terutama di wilayah Odesa.

Batalion Azov pada mulanya hanya kumpulan para milisi anti-Rusia. Namun, kelompok ini resmi bergabung dengan Garda Nasional Ukraina (Tentara Nasional Ukraina) pada 2014.

Meski mengusung ideologi berbahaya, unit militer ini seakan-akan luput dari perhatian Barat. Amerika Serikat bahkan terkesan bungkam saja atas kekejaman mereka.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.



Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT