3 Negara Tolak Resolusi DK PBB yang Serukan Diakhirinya Perang Yaman

Nathania Riris Michico
Sidang Dewan Keamanan PBB untuk membahas krisis kemanusiaan di Yaman. (Foto: AP)

Perang Arab-Yaman berkecamuk sejak 2015 setelah kelompok syiah Houthi, yang didukung Iran dan Suriah, mengambil alih pemerintahan sah saat itu dalam kudeta di Sanaa dan memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi mengungsi ke luar negeri.

Mereka lalu menuntut pengakuan internasional untuk melanjutkan kepemimpinan Yaman, namun ditolak.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan tujuh negara lain kemudian memutuskan mengintervensi dan berupaya mengembalikan kekuasaan Pemerintah Yaman karena menilai Iran berada di balik pemberontak Houthi.

Berdasarkan data PBB, hampir 10.000 orang tewas dibunuh dalam konflik di Yama, dua pertiga dari mereka merupakan warga sipil. Selain itu, 55.000 lainnya mengalami luka-luka akibat pertempuran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
5 hari lalu

MUI Puji Delegasi Indonesia Walk Out saat PM Israel Netanyahu Pidato di PBB

5 hari lalu

Menlu Sugiono di Sidang Umum PBB: Indonesia Akan Terus Bersama Palestina

6 hari lalu

Menlu Sugiono Tegaskan Perdamaian Gaza Harus Disertai Pemulihan dan Rekonstruksi

7 hari lalu

Menteri LH di PBB: Presiden Prabowo Lakukan Langkah Nyata Atasi Perubahan Iklim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal