38 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa Menentang UU Anti-Muslim di India, Begini Respons AS

Anton Suhartono
Bentrokan dalam unjuk rasa menentang UU anti-muslim di India menewaskan 38 orang (Foto: AFP)

"Saya mendesak Pemerintah India turun tangan membela komunitas yang menjadi target (kekerasan) di Delhi untuk mencegah meningkatnya kekerasan lebih lanjut. Sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, India harus berbuat lebih banyak untuk membela semua hak warga, termasuk hak untuk berunjuk rasa secara damai," kata Menendez.

Pada Kamis, Direktur Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (GTB) Sunil Kumar mengatakan, pihaknya menangani 34 kasus kematian akibat bentrokan. Semuanya korban menderita luka tembak.

Kepala dokter Rumah Sakit Lok Nayak pada kesempatan berbeda mengatakan, tiga orang telah meninggal di rumah sakitnya. Satu korban lain dikonfirmasi meninggal di Rumah Sakit Jag Parvesh Chander.

Rumah sakit tersebut juga menagani 10 korban luka yang dalam kondisi serius.

Polisi sejauh ini telah menangkap lebih dari 500 orang untuk dimintai keterangan, sebagian di antaranya ditahan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
23 menit lalu

4 Alasan Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei

Internasional
3 jam lalu

Israel Gagal Yakinkan Trump untuk Serang Iran, Negosiasi Nuklir Tetap Berlanjut

Internasional
4 jam lalu

Pejabat Board of Peace: Andalkan Pasukan Internasional Jaga Gaza Langkah Keliru

Internasional
8 jam lalu

Nah, Menlu AS Sebut Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Iran Khamenei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal