Lebih lanjut Mahathir menegaskan tidak yakin dengan hasil temuan tersebut. Dia mendesak para penyelidik membeberkan bukti bahwa Rusia berada di balik penembakan pesawat yang menewaskan 298 penumpang dan kru itu.
"Sejauh yang kami ketahui, kami ingin bukti dari pelanggaran (bahwa Rusia melakukannya). Namun sejauh ini, tidak ada bukti, hanya desas-desus. Ini merupakan hal konyol. Seseorang menembakkan pistol dan Anda tidak dapat melihat siapa, tetapi Anda tahu siapa yang menembak," ujarnya.
Saat ditanya apakah sikap ini karena Malaysia punya hubungan dan kepentingan dengan Rusia sebagai pembeli minyak kelapa sawit, Mahathir menegaskan tidak.
"Tidak, tidak. Itu berbeda," katanya.
Penyelidik internasional menyebut empat tersangka kasus jatuhnya MH17 pada 17 Juli 2014. Mereka adalah tiga warga Rusia yakni Igor Girkin, Sergey Dubinskiy, dan Oleg Pulatov, serta satu dari Ukraina Leonid Kharchenko.
Boeing 777 itu ditembak jatuh menggunakan rudal anti-pesawat BUK buatan Rusia dari wilayah yang dikuasai pemberontak pro-Rusia di Ukraina.