TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengomentari soal perkembangan penyelidikan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina pada Juli 2014.
Dia mempertanyakan teori yang menyalahkan Rusia di balik penembakan pesawat itu.
Menurut Mahathir, perlu bukti kuat untuk menegaskan bahwa Rusia di balik jatuhnya pesawat yang menewaskan 298 penumpang dan kru itu.
"Mereka menuduh Rusia, tapi mana buktinya. Kita tahu rudal yang menembak jatuh pesawat itu merupakan rudal tipe Rusia, tapi itu juga bisa dibuat di Ukraina. Anda perlu bukti kuat untuk menunjukkan bahwa rudal itu ditembakkan oleh Rusia," kata Mahathir, dalam jumpa pers bersama Japanese Foreign Correspondent Club (FCCJ), di Tokyo, seperti dikutip dari The Star, Jumat (31/5/2019).
Mahathir menilai, bisa saja pelaku penembakan merupakan pemberontak atau pemerintah Ukraina karena negara itu juga memiliki rudal yang sama.