5 Warganya Meninggal Gara-Gara Rexona, Australia Salahkan Unilever

Nathania Riris Michico
Menyimpan produk deodorant di etalase terkunci di supermarket bisa mengurangi pencurian dan penggunaan produk tersebut. (FOTO: ABC North West Queensland/Harriet Tatham)

Penyalahgunaan produk seperti Rexona ini disebut sebagai chroming, di mana penggunannya menghirup bahan kimia yang disemprotkan dari deodoran berbentuk kaleng tersebut, yang bisa membuat pengguna mengalami ketergantungan.

"Yang pertama, saya merasa sedih mendengar dampak penggunaan produk ini bagi anak-anak, dan dampak penyalahgunaan tersebut oleh mereka yang mengalaminya," tutur Mingl.

"Kami menangani masalah ini dengan serius dan sudah bekerja selama beberapa tahun terakhir untuk mengatasi masalah itu."

Mingl mengatakan, Unilever sudah mengubah desain kaleng deodoran Rexona tersebut dan juga menghabiskan waktu selama beberapa tahun untuk mengubah komposisi bahan kimia di dalamnya.

Walau sudah menghabiskan Rp1,5 triilun di bidang penelitian dan pengembangan di Unilever, menurut Mingl, perusahaan belum menemukan cara mengubah komposisi kandungan kimia Rexona.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
17 hari lalu

Atlet HYROX Australia yang Viral BAB saat Lomba Akhirnya Minta Maaf, Mundur sebagai Pemenang

19 hari lalu

Australia bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga

31 hari lalu

Indra Bekti Tunda Rencana Pindah ke Australia, Ini Alasannya

1 bulan lalu

Keringat Bukan Penyebab Bau Badan, Ternyata Ini Biang Keroknya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal