75 Anak Dibunuh sejak Kudeta Myanmar, Ratusan Lainnya Ditahan Sewenang-wenang

Anton Suhartono
PBB mengungkap 75 anak-anak di Myanmar dibunuh sejak kudeta 1 Februari (Foto: Reuters)

Anak-anak itu ditahan untuk memaksa orangtua mereka datang dan kemudian ditangkap. Salah satu korban adalah perempuan 5 tahun di Mandalay, ayahnya membantu mengorganisasi demonstrasi anti-junta.

Keprihatinan mendalam juga diungkapkan atas minimnya perawatan medis bagi anak-anak serta akses mendapatkan pendidikan. Akses untuk mendapatkan air minum dan makanan bagi anak-anak di perdesaan juga terganggu.

Kantor hak asasi manusia PBB mendapat laporan yang kredibel, pasukan keamanan Myanmar menduduki rumah sakit, sekolah, dan lembaga keagamaan yang kemudian dirusak.

Badan PBB UNICEF mengungkap data, 1 juta anak di Myanmar kehilangan akses untuk mendapatkan vaksin, sementara lebih dari 40.000 tidak bisa menerima perawatan yang dibutuhkan akibat kekurangan gizi yang parah.

"Jika krisis ini berlanjut, seluruh generasi anak-anak berisiko menderita konsekuensi fisik, psikologis, emosional, pendidikan dan ekonomi yang mendalam, menjadikan mereka kehilangan masa depan yang sehat dan produktif," kata Otani.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Ini Respons Dubes Iran soal Rencana Prabowo Jadi Mediator 

Nasional
8 hari lalu

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Tidak Ada Mandat PBB

Nasional
9 hari lalu

Din Syamsuddin: PBB Harus Tindak Tegas AS-Israel gegara Serang Iran

Internet
9 hari lalu

Geger! OpenAI Umumkan Kesepakatan dengan Departemen Perang AS

Internasional
9 hari lalu

PBB Kutuk Keras Serangan AS-Israel dan Balasan Iran, Ancam Perdamaian Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal