Kerusuhan kerap terjadi di penjara Ekuador yang penuh sesak. Karena itu, pemerintah di sana berusaha melakukan relokasi para napi di penjara yang sudah melebihi kapasitas ke berbagai lapas atau penjara di daerah lain. Kebijakan tersebut menuai reaksi dari kelompok teror yang diduga terkait dengan para pelaku kejahatan terorganisasi di negara itu.
Pada Rabu (2/11/2022), Presiden Ekuador Guillermo Lasso membatalkan kunjungannya ke Amerika Serikat dan menyatakan keadaan darurat selama 45 hari di Provinsi Guayas dan Esmeraldas. Presiden mengatakan, pihak berwenang akan melanjutkan rencana untuk memindahkan para pemimpin geng penjara.
Sementara itu, media lokal melaporkan, serangkaian serangan dengan penggunaan alat peledak berlanjut di Ekuador pada Kamis (3/11/2022).
Lembaga penyiaran Zaracay Television melansir, sebuah bom mobil meledak di sebuah pompa bensin di Provinsi Santo Domingo de los Tsachilas. Sementara portal berita Informa EC melaporkan, empat ledakan terjadi di dekat pom bensin dan kantor polisi di Kota Guayaquil. Satu ledakan terjadi di Kota Duran.