9 Orang Tewas akibat Kebakaran dari Bahan Kembang Api di China

Anton Suhartono
Warga China memeriahkan Tahun Baru Imlek dengan pesta kembang api (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Sembilan orang tewas dalam kebakaran di fasilitas pengolahan sampah di Kota Qingyuan, Provinsi Guangdong, China, Sabtu (17/2/2018) pagi.

Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, sebagaimana dikutip kembali oleh Reuters, kebakaran dipicu oleh residu bubuk yang digunakan sebagai bahan kembang api.

Beruntung kebakaran dapat dipadamkan dalam waktu tidak lama, sehingga menghindari jatuhnya korban lebih banyak. Korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat. Mereka menderita luka bakar serius serta gangguan pernapasan.

"Penyelidikan awal menunjukkan residu kembang api menjadi penyebab kebakaran. Saat tiga pekerja mencoba memadamkan api dari bahan tersebut, ledakan terjadi, menewaskan beberapa orang yang berada di dekatnya," demikian pernyataan kepolisian setempat.

Para korban merupakan pekerja di fasilitas pengolahan sampah serta keluarga mereka yang sedang berada di ruangan terbuat dari kayu di lantai 2.

"Sampah dengan cepat terbakar dan menyebabkan kepulan asal tebal. Para korban tak sempat melarikan diri."

Polisi sudah menahan beberapa orang terkait dengan kebakaran ini, namun tak disebutkan siapa saja mereka dan apa keterlibatannya.

Residu tersebut merupakan sisa-sisa pembuatan kembang api untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek di China.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Ini Penyebab Kebakaran Bar di Swiss yang Tewaskan 40 Orang saat Pesta Tahun Baru

Megapolitan
9 hari lalu

Antusiasnya Warga Sambut Tahun Baru di Monas meski Tanpa Kembang Api

Megapolitan
19 hari lalu

Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru, Pemprov DKI Tak Akan Razia Pedagang Petasan

Megapolitan
19 hari lalu

Jakarta Rayakan Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Diganti Video Mapping Drone

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal