BARCELONA, iNews.id - Aktivis Swedia, Greta Thunberg, kembali melontarkan kritik keras terhadap dunia internasional yang dianggap bungkam terhadap kekejaman Israel di Jalur Gaza. Dia ikut serta dalam misi Global Sumud Flotilla, armada terdiri atas 20 kapal yang membawa lebih dari 300 aktivis, politisi, seniman, dan jurnalis dari 44 negara, berangkat dari Barcelona menuju Gaza, Minggu (31/8/2025).
Flotilla ini bertujuan membongkar blokade Israel yang selama bertahun-tahun membuat Gaza terisolasi dari dunia luar.
Barcelona dipilih sebagai titik keberangkatan karena menjadi simbol perlawanan, mengingat kota tersebut telah memutus semua hubungan kelembagaan dengan Israel awal tahun ini karena praktik genosida di Gaza.
Thunberg, yang sebelumnya pernah ditangkap Israel saat misi serupa pada Juni lalu, menggambarkan Gaza sebagai contoh nyata penindasan, pembersihan etnis, dan genosida.
Dia mengaku heran dunia masih bisa berpangku tangan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“Israel sedang membunuh, dan seluruh dunia menyaksikan genosida ini secara langsung. Saya prihatin melihat orang-orang menjalani kehidupan mereka seakan normal, padahal pembantaian terjadi tepat di depan mata mereka melalui layar ponsel,” kata Thunberg, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (1/9/2025).
Menurut perempuan 22 tahun itu, siakp diam komunitas internasional sama saja dengan bersekongkol dalam kejahatan Israel. Dia menegaskan dunia tak boleh pura-pura tidak tahu atas penderitaan rakyat Palestina.
“Jika ambisi Israel untuk memusnahkan Palestina tidak membuat dunia bangkit, saya tidak tahu apa lagi yang bisa mengguncang hati nurani umat manusia,” ujarnya.