Semua cara itu dilakukan agar ketika Bangsa Eropa datang ke Thailand, mereka mengira masyarakatnya bukanlah orang-orang terbelakang, sehingga bisa menjadi kawan.
Perjanjian ini disepakati oleh Gubernur Hong Kong, John Browing, saat Inggris masih menduduki kota di China itu. Isi dari perjanjian itu antara lain menghapuskan monopoli pajak perdagangan luar negeri.
Hal itu tentu saja merugikan Siam dan sangat menguntungkan Inggris. Namun, Raja Chulalongkorn sengaja melakukan itu agar Siam tidak dijajah dan ekonomi Siam terintegrasi dengan ekonomi luar negeri dari segi perdagangan dan investasi.
Pada 1917, Thailand bekerja sama dengan Inggris dan Prancis melawan Jerman, Austria, dan Hungaria. Dengan begitu, Thailand mendapat dukungan dari Prancis dan Inggris karena memiliki musuh yang sama.
Pasukan Thailand dikirim ke Prancis untuk melakukan misi di Blok Sekutu karena mampu mengetahui taktik dan strategi perang Barat. Perjanjian ini menjadikan Thailand mendapat kursi pada Konferensi Versailles.
Tidak seperti umumnya negara-negara Asia Tenggara yang memiliki hasil bumi yang melimpah, Siam atau Thailand memiliki hasil bumi yang minim. Karenanya, banyak bangsa Eropa merasa tidak tertarik menduduki Thailand.