Alhambra, Jejak Kejayaan Imperium Islam di Spanyol

Irfan Ma'ruf
Istana Alhambra di Buki La Sabica, Granada, Spanyol. Istana dan benteng ini menjadi saksi bisu kejayaan Islam di Spanyol. (Foto: istimewa).

Cerita itu dapat ditemukan di La Alhambra. Datanglah ke Granada. Di bukit La Sabica, berdiri kokoh bangunan megah dengan pemandangan indah. Inilah Alhambra, istana sekaligus benteng yang dahulu menjadi pusat kekuasaan Dinasti Bani Ahmar (Daulah Bani Ahmar).

Alhambra didirikan pada 1232 Masehi oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar, penguasa Daulah Bani Ahmar. Dalam bahasa Arab, istana ini disebut qa’lat al-Hamra atau Istana Merah.

"Disebut Alhambra (merah) mungkin karena warna kemerahan dari dinding yang diterpa sinar matahari," ucap penulis Amerika Serikat Washington Irving dalam bukunya yang termahsyur, Tales of The Alhambra, dikutip Minggu (3/5/2020).

Kendati demikian, ada pula yang berpendapat Alhambra sesungguhnya diambil dari nama Sultan Muhammad bin Al-Ahmar, raja dari bangsa Moor (Mooria), Afrika Utara. Ketika menguasai Granada, dia menjadikan benteng ini sebagai tempat tinggalnya.

Pembangunan Alhambra berlangsung selama beberapa tahun. Sejumlah literatur menyebut dari 1232-1358 Masehi. Alhambra berada di ketinggian, memungkinkannya untuk melihat wilayah Granada.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
3 hari lalu

Jadi Pelatih Timnas Prancis, Zinedine Zidane Diperdebatkan karena Beragama Islam

7 hari lalu

Penampakan Gerhana Matahari Total Bikin Eropa Gelap Gulita di Siang Hari

15 hari lalu

141 Imigran asal Maroko Tewas Nyeberang ke Spanyol, Tenggelam dan Terinjak-injak

16 hari lalu

Iran Sebut Spanyol Diganggu AS dengan Krisis Perbatasan karena Menentang Perang Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal