Scorpion Strike: Skuadron Baru AS di Timur Tengah
Pembentukan unit Scorpion Strike dilakukan 4 bulan setelah perintah percepatan akuisisi teknologi nirawak murah ditandatangani. Skuadron ini disebut terdiri dari puluhan personel, banyak di antaranya berasal dari Komando Operasi Khusus AS-Pusat.
Jumlah drone LUCAS yang digunakan skuadron ini dirahasiakan, namun kehadirannya menandai perubahan besar dalam strategi militer AS: beralih dari sistem mahal, menuju armada drone berbiaya rendah untuk menghadapi ancaman serupa.
Era Baru Perang Drone Murah
Dengan harga Rp584 juta per unit, jauh lebih murah dibandingkan rudal pencegat atau drone tempur AS lainnya, LUCAS menjadi jawaban Amerika atas serangan berulang Shahed yang selama ini sulit dihentikan.
Langkah ini menunjukkan bahwa Washington kini mulai bermain di “arena yang sama” dengan Iran, perang drone berbiaya rendah, berjumlah banyak, namun sangat efektif.
Skuadron Scorpion Strike pun diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam perlombaan teknologi drone yang semakin menentukan dinamika konflik di Timur Tengah dan dunia.