Amerika Bikin Drone LUCAS Seharga Rp584 Juta per Unit untuk Cegat Drone Shahed Iran

Anton Suhartono
Militer AS membuat drone LUCAS untuk menghadapi ancaman drone kamikaze Shahed Iran (Foto: Centcom)

DUBAI, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) membentuk skuadron khusus bernama Scorpion Strike untuk menghadapi ancaman drone kamikaze Shahed buatan Iran. Langkah ini menjadi strategi besar Washington dalam menyesuaikan diri dengan medan perang modern yang kini dikuasai oleh senjata nirawak berbiaya rendah namun sangat mematikan.

Yang menarik, unit baru ini akan mengoperasikan drone Low-Cost Unmanned Combat Aerial System (LUCAS), senjata tandingan Shahed yang dirancang dari hasil rekayasa balik (reverse engineering) drone Iran. Dengan harga sekitar 35.000 dolar AS atau sekitar Rp584 juta per unit, LUCAS menjadi salah satu drone tempur paling murah dalam arsenal militer Amerika.

Kenapa AS Membuat Drone Murah LUCAS?

1. Shahed Terbukti Menembus Pertahanan Udara AS

Centcom menyadari, sistem pertahanan udara konvensional AS yang mahal dan kompleks kerap kesulitan mencegat Shahed-136. Drone Iran itu memiliki desain sederhana, terjangkau, dan diproduksi massal, namun mampu menembus radar dan menyebabkan kerusakan besar di Irak, Suriah, Yordania, hingga Ukraina.

Shahed digunakan oleh Iran, Rusia, dan milisi pro-Iran untuk menyerang pangkalan AS dan infrastruktur penting, menjadikannya salah satu ancaman paling mengganggu bagi Washington.

2. Pentagon Dapat Satu Unit Shahed, Lalu Membongkarnya

Seorang sumber pejabat AS mengatakan, Departemen Pertahanan (Pentagon) memperoleh satu unit drone Shahed Iran dan segera membedahnya. Hasil penelitian bersama sejumlah perusahaan pertahanan AS menghasilkan drone tandingan, LUCAS, yang bentuk dan dimensinya mirip Shahed, dengan panjang sekitar 3 meter.

Drone ini dirancang menjadi senjata murah untuk menghadapi drone murah.

3. Drone LUCAS Bisa Diluncurkan dari Mana Saja

Centcom menyebut LUCAS dapat beroperasi secara otonom dan diluncurkan melalui berbagai cara ketapel, pendorong roket,
maupun kendaraan darat bergerak.

Fleksibilitas ini membuat LUCAS dapat dikerahkan cepat di berbagai titik untuk mencegat Shahed 136 sebelum mencapai target.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Airlangga Ungkap Nego Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Finalisasi Dokumen

Internasional
4 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
20 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Internasional
8 jam lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal