Amerika Tinjau Ulang Dokumen Serangan 11 September Setelah Didesak Keluarga Korban

Anton Suhartono
Pemerintah AS akan meninjau kembali dokumen soal serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Kehakiman akan meninjau kembali dokumen terkait serangan 11 September 2001 (9/11). Keputusan ini diambil setelah keluarga korban meminta Presiden Joe Biden untuk tak menghadiri peringatan 911 kecuali mengungkap soal tuduhan keterlibatan para pejabat Arab Saudi dalam dokumen.

Biden menegaskan, pemerintahannya berkomitmen untuk memastikan transparansi semaksimal mungkin sesuai hukum soal serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang tersebut.

"Saya menyambut baik pengajuan oleh Departemen Kehakiman hari ini, berkomitmen untuk melakukan peninjauan baru terhadap dokumen di mana pemerintah sebelumnya menegaskan hak istimewa dan akan melakukannya sesegera mungkin," kata Biden, dikutip dari Reuters, Selasa (10/8/2021).

Keluarga korban serangan di New York dan Washington mengajukan permohonan kepada Biden dalam sebuah surat yang dirilis pada Jumat pekan lalu, atau sebulan menjelang peringatan 20 tahun 911.

Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi membantah keterlibatannya dalam pembajakan pesawat yang digunakan untuk ditrabakkan dalam serangan itu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China

23 jam lalu

Teluk Persia Panas! Militer AS Serang 3 Kapal Tanker Iran

20 jam lalu

Ini Skenario Israel Usir Jutaan Warga Gaza dalam 7 Tahun

1 hari lalu

AS Setujui Penjualan Bom dan Peralatan Militer Senilai Rp88 Triliun ke Arab Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal