Amnesty Rilis Laporan soal Penahanan 1 Juta Muslim China, Isinya Miris

Anton Suhartono
Polisi berjaga di Masjid Id Kah di Kota Kasghar, daerah otonomi Uighur, saat pelaksanaan Salat Id pada 2017 (Foto: AFP)

"Ratusan ribu keluarga tercabik-cabik oleh tindakan keras ini. Mereka putus asa untuk mengetahui apa yang terjadi pada orang yang mereka cintai. Sudah saatnya pihak berwenang China memberikan jawaban," kata Nicholas Bequelin, direktur Amnesty International Asia Timur, dikutip dari AFP.

Amnesty mewawancarai beberapa mantan tahanan yang mengatakan mereka dimasukkan ke tahanan, disiksa, dan dipaksa menyanyikan lagu-lagu politik serta mempelajari Partai Komunis.

Amnesty juga menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk meminta pertanggungjawaban China atas tragedi Xinjiang ini.

Laporan Amnesty ini juga sejalan dengan temuan tim panel PBB yang menyelidiki diskriminasi rasial terhadap muslim Uighur. Isinya, banyak orang yang ditahan hanya karena berhubungan dengan anggota keluarga mereka di luar negeri serta mengucapkan selamat hari besar Islam di media sosial.

Pemerintah China membantah laporan mengenai kamp penahanan. Namun bantahan itu dimentahkan dalam bentuk dokumen-dokumen pemerintah yang bocor serta kesaksian tahanan yang melarikan diri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Nasional
3 hari lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Internasional
5 hari lalu

Kisah Haru 7 Anjing di China Kabur dari Pencuri, Pulang Bersama ke Pemiliknya

Internasional
12 hari lalu

Unik! Kampus di China Ini Dorong Mahasiswa Jatuh Cinta saat Liburan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal