Aneh, Pria Ini Minta Dokter Amputasi Jari Tangan karena Merasa Bukan Miliknya

Anton Suhartono
Ilustrasi seorang pria di Kanada meminta dokter untuk mengamputasi dua jari tangan karena merasa bukan miliknya (Foto: Reuters)

Kemudian setelah menjalani evaluasi psikiatris, pasien diperbolehkan meminta amputasi dan dirujuk ke departemen ortopedi. Pada akhirnya amputasi terhadap kedua jari pria itu dianggap sebagai cara terbaik untuk membantu pasien keluar dari masalah kejiwaannya. Ini terlihat berdasarkan evaluasi setelah 6 bulan kondisi psikologisnya membaik.

“Pasca-operasi, mimpi buruk berhenti, bersamaan dengan tekanan emosional,” kata Nadeau. 

Pasien juga bisa membuat perencanaan hidup yang konstruktif, mengurangi marah, serta merasa ikut bertanggung jawb dalam kesejahteraan keluarga dan di tempat kerja. 

"Amputasi memungkinkan dia untuk hidup selaras dengan identitasnya,” tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
18 jam lalu

Penembakan di Sekolah Kanada Tewaskan 8 Orang, Pelaku Remaja 18 Tahun Transgender

Internasional
1 hari lalu

Penembakan Brutal di SMP Tewaskan 9 Orang, PM Kanada Carney Batalkan Kunjungan ke Eropa

Internasional
2 hari lalu

Penembakan Brutal di SMP Kanada, 9 Orang Tewas

Internasional
7 hari lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal