Setelah Pakatan Harapan memenangkan pemilu, Mahathir dilantik sebagai PM. Setelah setahun menjabat, muncul kembali desakan agar Mahathir memenuhi janjinya menyerahkan jabatan PM ke Anwar.
Pada Agustus lalu, Mahathir menegaskan tetap akan menyerahkan jabatan Anwar setelah. Pernyataan itu disampaikan setelah kubu oposisi pemerintah secara mengejutkan justru mendukung kepemimpinannya sampai akhir jabatan.
Mahathir mengatakan, para pemimpin partai oposisi berhak berpendapat sesuai kehendak mereka. Namun baginya, janji tetap janji. Dia akan menjadi PM sampai 2 atau 3 tahun mendatang, bergantung pada kondisi negara.
"Saya telah menyampaikan akan mundur jika kondisi (permasalahan) negara ini sudah menurun, dan dapat melanjutkan dari sana. Mungkin 2 tahun, mungkin 3 tahun, saya tidak tahu, tapi kami sedang mengusahakannya," katanya.