ISF berada di bawah koordinasi internasional melalui forum bernama Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Dalam pengumuman resmi, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers mengatakan, Indonesia menerima posisi Wakil Komandan.
Jeffers mengatakan, ISF akan ditempatkan di lima sektor berbeda. Setiap sektor akan diisi oleh satu brigade pasukan ISF. Dalam jangka pendek, ISF akan mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu dan pelatihan polisi.
"Tujuan jangka menengah adalah terus memperluas sektor demi sektor. Semuanya menuju target jangka panjang kami, yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF," kata Jeffers.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam forum perdana BoP menegaskan kesiapan Indonesia mengerahkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam ISF. Pasukan Indonesia akan menjalankan misi di antaranya nontempur, kemanusiaan dan medis, rekonstruksi infrastruktur dan dukungan stabilisasi keamanan.
Dalam forum tersebut, Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, khususnya di Gaza Palestina. Penugasan 8.000 prajurit TNI ini tidak dimaksudkan untuk operasi ofensif, melainkan untuk memastikan perdamaian berjalan efektif sehingga masyarakat Gaza bisa kembali menjalani kehidupan normal.
"Pencapaian gencatan senjata ini nyata, kami mengapresiasinya, dan karena itu kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mengirimkan sejumlah pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika diperlukan," tegas Presiden Prabowo di Washington DC, Kamis (19/2/2026).