Prabowo juga menegaskan, niat inti Indonesia bergabung dengan Board of Peace yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. Hal ini menjadi komitmen awal Indonesia yang terus digaungkan kepada negara-negara di dunia.
"Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis," tegas Prabowo.
Selain Indonesia, beberapa negara telah menyampaikan kesiapan berpartisipasi dalam ISF, termasuk Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir dan Yordania.
"Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirim pasukan untuk bertugas di ISF, yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," kata Jeffers.
Keterlibatan negara-negara tersebut menunjukkan ISF bersifat multilateral dan tidak berdiri di bawah satu negara saja, meskipun gagasan awalnya muncul dalam kerangka rencana perdamaian yang turut didorong Amerika Serikat pada masa Presiden Donald Trump.
Masa tugas ISF direncanakan hingga akhir 2027. Pada dasarnya, ISF akan mengambil alih banyak tanggung jawab keamanan yang sebelumnnya telah dijalankan Hamas selama 19 tahun terakhir.