Apa yang Terjadi jika Militer Israel Hadir di Somaliland?

Anton Suhartono
Kehadiran militer Israel di Somaliland berpotensi memicu eskalasi konflik regional yang jauh lebih luas (Foto: AP)

Jika militer Israel benar-benar hadir di Somaliland, para pengamat menilai wilayah tersebut dapat berubah menjadi titik baru konfrontasi bersenjata. Lokasi Somaliland yang strategis di dekat Teluk Aden dan Laut Merah memberi keuntungan militer bagi Israel, terutama untuk memantau jalur pelayaran internasional dan pergerakan kelompok Houthi di Yaman.

Namun keuntungan strategis itu juga dibarengi risiko besar. Houthi secara terbuka memperingatkan bahwa kehadiran Israel akan memperluas medan konflik, tidak hanya di Somalia, tetapi juga menyasar negara-negara di sepanjang pesisir Laut Merah.

“Sikap bermusuhan yang menargetkan Somalia dan sekitarnya di Afrika, serta Yaman dan Laut Merah, akan memicu konsekuensi serius,” kata Abdel Malik.

Para pengamat menilai, kehadiran militer Israel di Somaliland dapat memicu serangan lintas wilayah dari Houthi, termasuk penggunaan rudal dan drone, seperti yang terjadi dalam konflik sebelumnya di Laut Merah. Hal ini berpotensi mengganggu stabilitas jalur perdagangan global yang melintasi kawasan tersebut.

Selain ancaman militer, kehadiran Israel juga berisiko memperdalam isolasi diplomatik Somaliland. Pengakuan Israel sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan wilayah itu telah menuai kecaman luas dari Uni Afrika, Mesir, Turki, Dewan Kerja Sama Teluk, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga Uni Eropa yang menegaskan kedaulatan Somalia harus dihormati.

Sejak memisahkan diri dari Somalia pada 1991, Somaliland memang relatif lebih stabil, namun belum mendapat pengakuan internasional. Masuknya kepentingan militer Israel dinilai dapat mengubah wilayah tersebut dari zona stabil menjadi episentrum konflik baru.

Dengan peringatan keras dari Houthi dan penolakan luas komunitas internasional, kehadiran militer Israel di Somaliland bukan hanya soal keamanan lokal, tetapi berpotensi membuka babak baru ketegangan geopolitik di Afrika Timur dan Timur Tengah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Terus Digempur Houthi, Arab Saudi Siapkan Berbagai Skenario

3 jam lalu

Lima Bandara Saudi Jadi Sasaran 10 Serangan Houthi sejak 5 Oktober, Ini Dampaknya

6 jam lalu

Sindiran Menohok Iran: Pampang Mural Netanyahu Berpidato di Depan Kursi Kosong PBB

9 jam lalu

Dibombardir Houthi, Menteri Arab Saudi Tegaskan Kehidupan Berjalan Normal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal