Arab Saudi Serius Gunakan Nuklir untuk Energi, Pakai Uranium Sendiri

Anton Suhartono
Abdulaziz bin Salman (Foto: Saudi Gazette)

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi sedang membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai langkah diversifikasi energi. Sebisa mungkin sumber dayanya berasal dari dalam negeri, termasuk uranium.

Menteri energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, negaranya berencana menggunakan uranium yang melimpah di dalam negeri untuk pembangkit tenaga nuklir. Berdasarkan hasil eksplorasi baru-baru ini, kata dia, Saudi memiliki portofolio uranium yang beragam.

"Kerajaan ingin memanfaatkan sumber daya uranium nasional, termasuk patungan dengan mitra yang bersedia, sesuai dengan komitmen internasional dan standar transparansi," kata Abdulaziz, dalam konferensi Future Minerals Forum di Riyadh, Rabu kemarin, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan proses ini akan melibatkan seluruh siklus bahan bakar nuklir yang melibatkan produksi konsentrat uranium yelllowcake, pengayaan uranium tingkat rendah, serta pembuatan bahan bakar nuklir untuk penggunaan nasional maupun ekspor.

Arab Saudi beberapa tahun terakhir menggulirkan diversifikasi energi, termasuk program nuklir di dalamnya. Bukan hanya itu, pengayaan uranium juga akan dilakukan secara mandiri. Pengayaan uranium merupakan area sensitif karena bisa mengarah ke senjata nuklir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Arab Saudi Blokir Uang Muka Haji 2027 Rp66,6 Miliar, RI Ajukan Keberatan

6 hari lalu

Houthi Klaim Tenggelamkan Kapal Perang Arab Saudi, Hancurkan Gudang Senjata

6 hari lalu

Raja Salman Doakan Korban Gempa NTT: Semoga Lekas Sembuh!

6 hari lalu

Trump Sambut Baik Pakta Pertahanan Makkah: Langkah Berani!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal