Arab Saudi Umumkan Pembentukan Koalisi Global Baru untuk Dirikan Negara Palestina

Ahmad Islamy Jamil
Menlu Arab Saudi, Pangerang Faisal bin Farhan al-Saud. (Foto: Arsip/Aljazeera)

Arab Saudi telah berulang kali mengatakan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa berdirinya Negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Akan tetapi, Israel tidak menunjukkan minat untuk melakukannya. Mayoritas anggota Knesset (Parlemen Israel) memberikan suara menentang Solusi Dua Negara. Sementara pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara konsisten menolak berkomitmen untuk melakukannya.

Minggu lalu, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), mengatakan bahwa Riyadh tidak akan mengakui Israel tanpa Negara Palestina. Dia juga mengutuk keras kejahatan pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina.

"Kerajaan (Arab Saudi) tidak akan menghentikan kerja kerasnya untuk mendirikan Negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan kami menegaskan bahwa Kerajaan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa itu," kata MBS dalam pidatonya di hadapan Dewan Syura Penasihat Kerajaan Arab Saudi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Tolak Gencatan Senjata, Iran: Kami Ingin Beri Pelajaran kepada AS-Israel

Internasional
11 jam lalu

Beredar Kabar Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka akibat Serangan Israel

Internasional
19 jam lalu

Iran Protes: Jadi Korban Serangan AS-Israel, tapi Diposisikan Agresor oleh Negara Arab

Internasional
19 jam lalu

Iran Kecam Draf Resolusi PBB yang Mengutuk Serangan terhadap Negara Arab

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal