Argentina, Brasil, Cile, dan Meksiko Kecam Langkah Israel Perluas Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Ahmad Islamy Jamil
Israel terus memperluas pembangunan permukiman di Tepi Barat. (Foto: iNews.id/Dok.)

MEXICO CITY, iNews.id – Argentina, Brasil, Cile, dan Meksiko mengecam keputusan Pemerintah Israel memperluas permukiman di wilayah pendudukan Tepi Barat. Keempat negara Amerika Latin itu menyebut tindakan Tel Aviv itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Pemerintah Argentina, Brasil, Cile, dan Meksiko sangat prihatin dengan keputusan Pemerintah Israel untuk melegalkan sembilan pos terdepan dan membangun 10.000 rumah di permukiman yang ada di Tepi Barat. Tindakan sepihak ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB,” demikian bunyi pernyataan bersama empat negara, seperti dikutip kantor berita Sputnik, Jumat (17/2/2023).

Pemerintah di empat negeri Amerika Latin itu juga menyatakan penentangan mereka terhadap tindakan apa pun yang dapat membahayakan kelangsungan solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

“Pemerintah Argentina, Brasil, Cile, dan Meksiko menyerukan kepada warga Israel dan Palestina untuk menahan diri dari tindakan dan provokasi yang dapat semakin meningkatkan kekerasan dan melanjutkan negosiasi untuk mencapai solusi damai atas konflik tersebut,” tambah pernyataan itu.

Pada Senin lalu (13/2/2023), Israel memutuskan untuk melegalkan sembilan pos terdepan di Tepi Barat. Pemerintah zionis juga memulai proyek pembangunan 10.000 rumah bagi pemukim Yahudi di tempat yang oleh sebagian besar anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dianggap menduduki tanah Palestina.

Konflik Israel dan Palestina dimulai sejak berdirinya Israel pada 1948. Palestina terus berjuang untuk memperoleh pengakuan diplomatik atas negara merdeka mereka di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang sebagian diduduki oleh Israel, serta Jalur Gaza. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
8 jam lalu

Israel Gabung Board of Peace, Ini Reaksi Pemerintah Indonesia

Nasional
9 jam lalu

8.000 Prajurit TNI bakal Dikirim ke Gaza, DPR: Harus Cegah Pembunuhan Warga Sipil

Internasional
10 jam lalu

Khaled Meshal: Hamas Tak Akan Hilang Selama Israel Masih Menjajah Palestina

Internasional
12 jam lalu

Dahsyatnya Perang Gaza, 32% Warga Israel Butuh Perawatan Gangguan Jiwa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal