Gharibabadi menambahkan, narasi yang disampaikan AS, yakni 'invasi finansial terbesar dalam sejarah' dan mobilisasi 'seluruh institusi serta kekuatan Amerika Serikat' terhadap Iran sebagai deklarasi kekalahan.
"Apakah ini sebuah kemenangan atau pengakuan atas kekalahan Amerika?" tulisnya.
Bessent, dalam tulisan opini di surat kabar Inggris Financial Times, mengatakan AS sedang melakukan "serangan finansial terbesar yang pernah dilakukan terhadap musuh" dan menyebutnya sebagai Hari-H Operasi Ekonomi.
Bessent melanjutkan, langkah tersebut diambil setelah AS melumpuhkan kemampuan militer, menghancurkan hampir 100 persen pabrik senjata, dan mengubur program nuklir Iran.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran memperingatkan negara-negara tetangga di kawasan maupun negara lain tidak ikut bersama AS dalam perang ekonomi tersebut.
Juru Bicara Kemlu Iran Esmail Baghaei mengatakan, keterlibatan negara lain dalam kampanye AS pasti akan menghadapi konsekuensi.