AS Dakwa 7 Warga China dan Malaysia Pelaku Peretasan Global, termasuk Curi Data Pribadi

Anton Suhartono
Amerika Serikat mendakwa 5 warga China dan 2 Malaysia sebagai pelaku peretasan global (Foto: AFP)

Dalam surat dakwaan juga disebutkan dugaan kelompok tersebut ada kaitan dengan Pemerintah China, meskipun tak dijelaskan kaitannya.

Namun, berdasarkan catatan salah seorang peretas Chengdu 404, Jiang Lizhi, pernah mengatakan kepada rekannya pada 2012 bahwa dia dilindungi oleh Kementerian Keamanan Negara China. Pengakuan itu mengindikasikan mereka dilindungi jika tidak meretas di dalam negeri.

"Beberapa kejahatan yakin hubungan mereka dengan RRC memberi mereka lisensi gratis untuk meretas dan mencuri di seluruh dunia," kata Jaksa Federal Michael Sherwin, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Kamis (17/9/2020).

Dakwaan tersebut tidak menyebut adanya motif politik di balik aktivitas peretasan, meskipun mereka mendapatkan akses ke sistem komputer pemerintah di India dan Vietnam.

Hanya saja dokumen mengungkap pada 2018 Chengdu 404 menggelar program untuk mengumpulkan informasi tentang orang-orang yang terlibat dalam gerakan demokrasi Hong Kong, pada grup media AS yang melaporkan diskriminasi terhadap minoritas Uighur di Xinjiang, serta pada seorang biksu Budha di Tibet.

Ketujuh orang tersebut menghadapi berbagai tuduhan termasuk penipuan komputer dan jaringan, pencurian data pribadi, pencucian uang, dan pemerasan.

Lima warga China masih buron, namun dua warga Malaysia ditangkap di Malaysia. Otoritas AS sedang mengupayakan agar mereka diekstradisi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Trump Siap Beli Greenland, Iming-imingi Rp1,6 Miliar ke Tiap Warga agar Mau Gabung AS

Nasional
6 jam lalu

Nvidia Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI, Ini Respons BKPM

Nasional
15 jam lalu

Geram! Purbaya bakal Gerebek Perusahaan Baja China yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Internasional
1 hari lalu

Gagal Lindungi Presiden Maduro dari Serangan AS, Komandan Paspampres Venezuela Dipecat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal