Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mempertimbangkan untuk menggelar latihan perang bersama untuk menyerang fasilitas nuklir Iran (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan mempertimbangkan akan menggelar latihan perang bersama untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Serangan bisa saja dilakukan jika kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015 gagal dihidupkan kembali.

Juru Bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby menolak berkomentar lebih lanjut apakah kedua negara itu mempertimbangkan latihan perang.

"Saya tidak akan masuk ke skenario latihan yang spesifik dan saya tidak punya latihan spesifik tambahan atau latihan perang untuk dibicarakan hari ini," kata Kirby, dikutip dari Sputnik, Sabtu (11/12/2021).

Dia menambahkan, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan mitranya dari Israel Benny Gantz memang telah membahas kesiapan militer melawan Iran dalam pertemuan di Pentagon pada Kamis lalu.

Awal pekan ini, beberapa media melaporkan pejabat Israel dan AS telah membahas rencana latihan perang untuk mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Skenario ini bisa saja berjalan jika alat diplomatik tidak berfungsi untuk menghidupkan kembali JCPOA.

AS, di bawah kepemimpinan Donald Trump, menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018, dilanjutkan dengan memberlakukan sanksi yan berat.

JCPOA bertujuan untuk mengendalikan program nuklir Iran. Selain AS, kesepakatan ini juga ditejen China, Rusia, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Setelah AS menarik diri, Iran mengabaikan kewajiban dalam kesepakatan itu dengan meningkatkan pengayaan uranium di atas batas. 

Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu dimulai kembali sejak akhir November, ini merupakan pembicaraan putaran ketujuh setelah pertemuan sebelumnya gagal mencapai kesepakatan.



Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT