AS Desak Rusia Gunakan Pengaruhnya Akhiri Perang Armenia-Azerbaijan

Umaya Khusniah
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken. (Foto: Reuters)

Menurut Baku, militer Armenia menembaki posisi pasukan Azerbaijan di perbatasan pada Senin (12/9/2022) malam. Sementara Yerevan menuding justru militer Azerbaijan yang menembak ke arah sisi Armenia, menggunakan artileri dan pesawat tak berawak, yang mengakibatkan beberapa prajurit Armenia terbunuh. 

Bentrokan berlanjut keesokan harinya, atau Selasa (13/9/2022) kemarin.

“50 prajurit Angkatan Bersenjata, termasuk 42 prajurit Angkatan Darat Azerbaijan dan 8 prajurit Dinas Perbatasan Negara menjadi syahid (pahlawan yang gugur) selama penindasan provokasi skala besar (oleh Armenia),” ungkap Kemhan Azerbaijan dalam pernyataannya, dikutip dari kantor berita Sputnik, Rabu (14/9/2022).

Sebelumnya, pihak berwenang Armenia juga mengkalim setidaknya 49 tentaranya tewas dalam bentrokan dengan Azerbaijan.

Hubungan antara bekas republik Soviet di Armenia dan Azerbaijan telah tegang sejak 1991. Saat itu militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

2 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

3 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal