AS Dilaporkan Setuju Kirim Bom Klaster ke Ukraina meski Dikecam

Anton Suhartono
AS dilaporkan setuju pengiriman bom klaster ke Ukraina (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dilaporkan menyetujui pengiriman bom klaster atau amunisi tandan ke Ukraina. Rezim Kiev sejak lama meminta AS mengirim Dual-Purpose Conventional Improved Munitions (DPICM), namun tak disetujui.

Sebanyak 123 negara meneken pakta pelarangan bom klaster pada 2008, yakni produksi, penggunaan, dan penimbunan. Sebagian besar anggota NATO ikut meneken pakta tersebut, namun AS, Rusia, dan Ukraina menolak.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dilaporkan akan mengirim ribuan bom klaster ke Ukraina yang dimasukkan dalam paket bantuan terbaru senilai 800 juta dolar AS. Setiap bom bisa berisi puluhan subbom yang meledak di area luas, sehingga berpotensi melukai bahkan membunuh warga sipil.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, pengiriman bantuan diperkirakan diumumkan pada Jumat ini.

Pengiriman bom klaster sebenarnya dilarang oleh undang-undang (UU) AS terkait produksi, penggunaan, atau pengiriman amunisi yang memiliki tingkat kegagalan lebih dari 1 persen. Namun Joe Biden bisa saja mengizinkannya untuk kasus yang bisa mengancam keamanan nasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
23 jam lalu

Terungkap! Rudal Iran Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz, 8 Marinir Luka termasuk Perwira

24 jam lalu

Trump Melunak! AS Siap Ringankan Sanksi Iran, asal...

2 hari lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

2 hari lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal