AS Disebut Berusaha Tekan Eropa agar Sita Aset Rusia, Kremlin Ingatkan Akibatnya

Ahmad Islamy Jamil
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (Foto: Reuters)

Setelah Presiden Vladimir Putin mengirimkan pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, Amerika Serikat dan sekutunya melarang transaksi dengan bank sentral Rusia dan kementerian keuangan di negeri para tsar itu. Washington DC juga memblokir sekitar 300 miliar dolar AS aset negara Rusia yang ada di Barat.

Sebelumnya, Peskov mengatakan bahwa Moskow memiliki daftar aset AS, Eropa, dan pihak-pihak lainnya yang akan disita negaranya jika Barat terus melanjutkan rencana untuk menyita aset-aset Rusia.

Para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) negara-negara industri besar bulan depan diperkirakan akan membahas teori hukum baru yang memungkinkan penyitaan aset-aset Rusia. Hal itu diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui rencana tersebut serta seorang pejabat Inggris pada akhir tahun lalu.

Peskov mengatakan tindakan Barat seperti itu sama dengan merampok, melanggar hukum internasional, serta melemahkan mata uang cadangan, sistem keuangan global, dan perekonomian dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Trump Ancam Iran Lagi, Negosiasi Buntu Berarti Serangan Jilid 2

Internasional
6 jam lalu

Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia

Internasional
9 jam lalu

Zelensky Dilaporkan Siap Serahkan Wilayah Ukraina ke Rusia sebagai Syarat Gencatan Senjata

Internasional
9 jam lalu

Presiden Pezeshkian: Iran Tak Akan Tunduk kepada AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal