Sumber pejabat Gedung Putih mengatakan Israel telah mendapat pengarahan dan terus berkoordinasi dengan Washington. Namun hingga kini Presiden Donald Trump belum mengeluarkan perintah resmi untuk memulai operasi militer tersebut.
Di sisi lain, seorang pejabat Israel mengatakan kepada CBS News bahwa pemerintahnya belum mengetahui adanya keputusan untuk melanjutkan operasi militer skala penuh terhadap Iran dan belum diminta bergabung dalam serangan.
Sebelumnya, dalam pertemuan kabinet di Camp David, Trump menyatakan militer AS akan kembali menyerang Iran.
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras. Pada satu titik, mereka akan mengatakan, 'Kami tidak tahan lagi'," kata Trump.
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, Sean Parnell, mengatakan militer AS telah berada dalam kondisi siaga. Namun dia menolak membahas target-target serangan sebelum Trump mengambil keputusan akhir.
Meski demikian, laporan CBS News mengungkap pembangkit listrik dan kilang minyak Iran menjadi sasaran yang paling mungkin diserang. Bahkan beberapa pejabat AS disebut mengusulkan agar pasokan listrik ke Ibu Kota Teheran diputus sebagai bagian dari operasi tersebut.
Menanggapi berbagai laporan media AS mengenai rencana serangan terbaru itu, pejabat keamanan Iran memperingatkan bahwa setiap upaya menyerang negaranya merupakan tindakan yang sangat ceroboh dan akan dibalas dengan kekuatan penuh.