AS Jatuhkan Sanksi ke Rusia Terkait Serangan Racun Novichok

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan keterlibatan negara itu dalam serangan zat kimia pelumpuh saraf kepada mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia.

"Sanksi itu sebagai tanggapan atas penggunaan zat kimia pelumpuh saraf 'Novichok' dalam upaya membunuh warga negara Inggris, Sergei Skripal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heather Nauert, seperti dilaporkan AFP, Kamis (9/8/2018).

Sergei Skripal dan Yulia ditemukan tidak sadarkan diri di Salisbury pada Maret 2018. Serangan itu menyebabkan mereka kritis, meski akhirnya pulih setelah beberapa pekan dirawat di rumah sakit.

"Tanggapan kuat dari dunia internasional terhadap penggunaan senjata kimia di jalan-jalan Salisbury mengirimkan pesan tegas ke Rusia bahwa perilaku provokatif dan sembronoannya tidak akan dibiarkan begitu saja," tutur Nauert. 

"Ini bertujuan menghukum pemerintahan Presiden Vladimir Putin karena menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional," ujar Nauert, menambahkan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Batalkan Gencatan Senjata, Ini Tanggapan Keras Iran

57 tahun lalu

Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Malam Ini

57 tahun lalu

Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?

57 tahun lalu

Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal