Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)
Umaya Khusniah

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada tujuh pejabat senior Iran termasuk kepala polisi moral. Dalam beberapa hari ke depan, Kementerian Keuangan AS juga akan mengambil langkah-langkah baru.  

Kemeterian Keuangan AS menyebut ketujuh orang itu di antaranya, Kepala Polisi Moral, Mohammad Rostami Cheshmeh Gachi; Komandan angkatan darat Iran, Kiyumars Heidari; dan  Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib.

Selanjutnya, Kepala Divisi Polisi Moral di Teheran selama penahanan dan kematian Mahsa Amini, Ahmad MirzaeiL; Wakil Komandan Milisi Basij Garis Keras Iran, Salar Abnoush dan Qasem Rezaei dan Manouchehr Amanollahi dari Pasukan Penegakan Hukum Iran. 

Semua properti dan kepentingan mereka yang berada di bawah yurisdiksi AS, kini diblokir dan harus dilaporkan ke Departemen Keuangan. Sementara itu, lembaga keuangan asing yang dengan sengaja memfasilitasi transaksi atau menyediakan layanan signifikan bagi mereka yang terkena sanksi dapat dikenakan hukuman AS.

Sebelumnya, AS menuduh polisi moral Iran terkait dengan pelecehan terhadap perempuan. Polisi moral juga dianggap bertanggung jawab atas kematian seorang perempuan yang ditangkap karena salah menggunakan jilbab. 

Aksi polisi moral yang menewaskan perempuan, Mahsa Amini (22) pekan lalu nyatanya memicu kemarahan publik. Warga terus menggelar aksi protes di berbagai wilayah tersmasuk Teheran.

Massa juga membakar kantor polisi dan kendaraan pada Kamis (22/9/2022) pagi. Tak hanya itu, warga juga menyerang pasukan keamanan.

Amini merupakan seorang perempuan Kurdi. Dia ditangkap polisi moral di Teheran karena mengenakan 'pakaian yang tidak sesuai'. Saat dalam penahanan, Amini justru mengalami koma sebelum akhirnya meninggal. 

Pihak berwenang mengatakan, mereka akan menyelidiki penyebab kematiannya.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan, kematian Aimi dalam tahanan Polisi Moral merupakan tindakan kebrutalan lain oleh pasukan keamanan rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri," kata Yellen dalam sebuah pernyataan.

"Pemerintah Iran perlu mengakhiri penganiayaan sistemik terhadap perempuan dan mengizinkan protes damai," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam sebuah pernyataan terpisah.

Sayang Misi Iran untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar atas sanksi tersebut.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim mengatakan, AS akan ada lebih banyak mengambil langkah dalam beberapa hari mendatang. Sayangnya, dia tidak memberikan rincian apa pun.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT