AS Jatuhkan Sanksi kepada 7 Pejabat Tinggi Iran, termasuk Polisi Moral

Umaya Khusniah
Perempuan Iran memotong rambut, membuka dan membakar jilbab sebagai bentuk protes atas kematian Mahsa Amini setelah dipukuli polisi moral. (Foto: tangkapan layar video/Twitter Masih Alinejad)

Amini merupakan seorang perempuan Kurdi. Dia ditangkap polisi moral di Teheran karena mengenakan 'pakaian yang tidak sesuai'. Saat dalam penahanan, Amini justru mengalami koma sebelum akhirnya meninggal. 

Pihak berwenang mengatakan, mereka akan menyelidiki penyebab kematiannya.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengatakan, kematian Aimi dalam tahanan Polisi Moral merupakan tindakan kebrutalan lain oleh pasukan keamanan rezim Iran terhadap rakyatnya sendiri," kata Yellen dalam sebuah pernyataan.

"Pemerintah Iran perlu mengakhiri penganiayaan sistemik terhadap perempuan dan mengizinkan protes damai," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam sebuah pernyataan terpisah.

Sayang Misi Iran untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar atas sanksi tersebut.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim mengatakan, AS akan ada lebih banyak mengambil langkah dalam beberapa hari mendatang. Sayangnya, dia tidak memberikan rincian apa pun.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selat Hormuz Tegang, Trump Kirim Utusan ke Qatar: Iran Minta Bertemu

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal