Namun sejauh ini tidak ada pergerakan pesawat pengebom B-2 yang digunakan dalam operasi menyerang Iran pada 22 Juni 2025.
Para pengamat yakin jika konflik bersenjata AS-Iran terjadi, Israel bisa terlibat.
Armada jet tempur Israel yang terdiri atas 66 F-15I/C/D, 173 F-16 I/C/D, dan 48 jet tempur F-35 menambah kekuatan udara gabungan dalam menyerang Iran.
Israel juga kedatangan 12 pesawat tempur siluman F-22 “Raptor” AS, pesawat paling canggih dalam persenjataan AS yang bisa digunakan untuk menembus wilayah musuh serta melumpuhkan sistem pertahanan udara dan instalasi radar.
Enam F-22 tambahan juga bergabung kemudian, berangkat dari Lanud Langley di AS.