AS Khawatir Upaya China Melemahkan Taiwan Salah Perhitungan

Anton Suhartono
China menggelar latihan perang di perairan dan wilayah udara sekitar Taiwan pasca-kunjungan Nancy Pelosi (Foto: PLA via Reuters)

"Sementara kebijakan kami tidak berubah, yang berubah adalah pemaksaan Beijing yang semakin meningkat. Perkataan dan tindakan RRC sangat tidak stabil. Mereka berisiko salah perhitungan dan mengancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan," ujarnya.

Dia melanjutkan, AS berulang kali mengatakan kepada China tidak mencari dan tidak ingin memprovokasi terjadinya konflik.

Jalur komunikasi AS dengan China tetap terbuka, militernya juga akan terus melakukan perjalanan kapal AL secara rutin melewati Selat Taiwan. Tindakan itu jelas diprotes China dan dianggap sebagai provokasi.

"Kami akan terus bersikap tenang, tapi tegas untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas dalam menghadapi upaya berkelanjutan Beijing untuk melemahkannya serta tetap mendukung Taiwan, sejalan dengan kebijakan lama kami. Kami akan bertindak secara bertanggung jawab, mantap, dan tegas," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Blak-blakan, Kanselir Jerman Sebut AS Kalah Strategi dari Iran dalam Negosiasi

Internasional
2 jam lalu

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Bersimpati kepada Iran dalam Perang vs AS-Israel

Internasional
8 jam lalu

Kanselir Jerman Friedrich Merz Akui Negara-Negara Barat Terlalu Meremehkan Iran

Internasional
8 jam lalu

Penembakan di Acara Gedung Putih, Pelaku Didakwa Berusaha Bunuh Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal