AS Mungkin Batal Jual Drone Tempur MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina, Takut Jatuh ke Tangan Rusia

Anton Suhartono
Drone MQ-1C Gray Eagle (Foto: Topwar)

ST LOUIS, iNews.id - Amerika Serikat mungkin membatalkan penjualan drone tempur MQ-1C Gray Eagle ke Ukraina. Dua sumber pemerintahan Presiden Joe Biden mengungkap alasannya, yakni khawatir drone jatuh ke tangan Rusia.

Badan keamanan teknologi Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengungkap kekhawatiran tersebut dalam tinjauan mendalamnya. Padahal rencana penjualan drone tempur yang bisa menjalankan misi pengintaian itu sudah disetujui Gedung Putih.

Disebutkan drone yang bisa dipersenjatai rudal Hellfire itu bisa direbut Rusia, termasuk perangkat radar dan peralatan pengintaian lainnya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan risiko keamanan bagi AS.

Rencana penjualan empat unit drone MQ-1C Gray Eagle AS ke Ukraina pertama kali terungkap pada awal Juni.

“Tinjauan keamanan teknologi adalah praktik standar bagi transfer alat pertahanan AS ke semua mitra internasional. Semua kasus ditinjau secara tersendiri berdasarkan kemampuannya. Melalui proses yang ditetapkan, masalah keamanan nasional diangkat kepada otoritas pemberi persetujuan,” kata Juru Bicara Pentagon, Sue Gough, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/6/2022).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
39 menit lalu

Kapal Tanker Raksasa Saudi Dihantam Rudal di Selat Hormuz, 2 ABK Filipina Tewas

2 jam lalu

Kena Ranjau, 2 Kapal Tanker Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz 

3 jam lalu

Perang Lagi! AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah Waspada

4 jam lalu

Momen Prabowo Disambut Hangat Mahasiswa Indonesia saat Tiba di Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal