AS Perintahkan Diplomatnya Segera Tinggalkan Venezuela

Nathania Riris Michico
Warga Venezuela menggalang aksi dukungan untuk Presiden Nicolas Maduro. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) memerintahkan staf di Kedutaan Besar di Venezuela untuk meninggalkan negara itu. Perintah ini keluar sehari setelah Presiden VenezuelaNicolas Maduro mengatakan memberikan waktu 72 jam bagi diplomat AS untuk keluar dari negaranya.

Awalnya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan AS tidak menganggap Maduro sebagai pemimpin Venezuela yang sah dan negara itu tidak berhak memutuskan hubungan dengan AS.

"Dia tidak memiliki otoritas hukum untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat atau menyatakan diplomat kami persona non grata," kata Pompeo, seperti dilaporkan Fox News, Jumat (25/1/2019).

Namun, Kemlu AS menyatakan bahwa staf dan diplomat yang tidak menduduki jabatan penting untuk operasi akan meninggalkan negara itu dengan alasan keamanan. Kedutaan besar di Caracas akan tetap terbuka.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah pemerintahan Trump mengumumkan pihaknya mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Gaido, sebagai presiden sementara.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

57 tahun lalu

Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal