AS Pertimbangkan Serang Sasaran Militer Houthi, Respons atas Situasi di Laut Merah

Ahmad Islamy Jamil
Kelompok militan Houthi sedang mengangkat senjata saat melawan Koalisi Arab, beberapa tahun lalu. (Foto: iNews/Dok.)

WASHINGTON DC, iNews.id - Departemen Pertahanan AS (Pentagon) sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menyerang berbagai sasaran militer gerakan pemberontak Ansar Allah, juga dikenal sebagai Houthi. Langkah itu sebagai tanggapan atas meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah. 

Portal berita Semafor, dengan mengutip sejumlah sumber di pemerintah AS, pada akhir pekan ini melaporkan bahwa para pejabat Amerika semakin khawatir bahwa Houthi dan sponsor mereka di Iran berusaha mengganggu perdagangan maritim global.  Pada saat yang sama, Washington DC juga memahami bahwa serangan semacam itu dapat memicu dimulainya perang yang lebih luas melawan Iran dan proksinya.

Pada Jumat (15/12/2023) lalu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan mengatakan, Iran harus mengambil tindakan untuk mengakhiri ancaman terhadap pelayaran yang ditimbulkan oleh Houthi di Laut Merah. Seruan Sullivan tersebut secara tidak langsung menuduh Teheran sebagai dalang di balik berbagai aksi Houthi di kawasan perairan Teluk itu.

Akan tetapi, Iran sebelumnya telah membantah keterlibatannya. Menurut Teheran, Houthi bertindak atas kemauan mereka sendiri.

Houthi sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan terus mencegah lewatnya kapal-kapal yang terkait dengan perusahaan Israel ataupun menuju Israel di Laut Merah dan Laut Arab. Kelompok pemberontak di Yaman itu baru akan berhenti jika operasi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina, telah berakhir.

Setelah konflik bersenjata antara Israel dan para pejuang Hamas meningkat di Gaza pada 7 Oktober, Houthi telah melakukan beberapa serangan rudal dan drone. Kelompok itu juga mengancam infrastruktur sipil di Israel dan pelayaran komersial yang beroperasi di Laut Merah dan Teluk Aden.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Tolak Permintaan Trump Ampuni Netanyahu, Presiden Israel: Kami Negara Berdaulat

Internasional
8 jam lalu

Diam-Diam, Hamas Hubungi Pemerintah Indonesia soal Pengiriman Pasukan ke Gaza

Internasional
8 jam lalu

Trump Ancam Iran Lagi, Negosiasi Buntu Berarti Serangan Jilid 2

Internasional
9 jam lalu

Trump Sebut Presiden Israel Tak Mau Ampuni Netanyahu karena Takut Kehilangan Jabatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal