Meski demikian, sekecil apa pun skala serangan AS ke Iran pasti akan direspons secara besar-besaran. Oleh karena itu seberapa pun skala serangan harus diimbangi dengan pertahanan yang lebih kuat, termasuk melindungi personel militer serta sekutu-sekutunya termasuk Israel.
Angkatan Laut AS juga menyiagakan beberapa kapal destroyer berpeluru kendali di wilayah tersebut yang mampu mencegat ancaman udara seperti rudal dan drone.
Kapal-kapal tersebut beroperasi di dekat Selat Hormuz, Laut Arab Utara, Laut Merah dekat Israel, dan Mediterania.
Kekuatan udara tambahan juga telah ditempatkan lebih dekat dengan Iran, termasuk skuadron jet tempur F-15E di Yordania dan F-35 AS yang baru-baru ini transit melalui Eropa. Pesawat perang elektronik juga telah digeser ke garis depan.
Komando Pusat AS (Centcom), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, menolak berkomentar tentang penempatan saat ini.
Negara-negara Arab, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, telah menegaskan tak akan mengizinkan wilayah mereka, baik darat, laut, maupun udara, digunakan untuk menyerang AS.