Operasi yang Mendominasi Perhatian Internasional
Operasi militer AS di Venezuela terjadi di tengah eskalasi ketegangan panjang antara Washington dengan pemerintahan Maduro, yang sudah lama dituduh AS terlibat dalam perdagangan narkoba dan kejahatan lintas negara. Serangan itu merupakan puncak dari kampanye militer yang dikenal sebagai Operation Southern Spear, sebuah misi AS yang dimulai pada akhir 2025 yang mencakup serangkaian serangan terhadap kapal serta land strike di wilayah Venezuela.
Maduro sendiri kini ditahan di AS menjalani proses hukum, sementara AS menyatakan keinginannya untuk “mengelola” Venezuela dan sumber dayanya setelah penangkapan pemimpin negara itu.
Reaksi Global dan Kontroversi
Pengungkapan senjata ini telah memicu diskusi di panggung internasional. Kritikus menilai bahwa penggunaan teknologi seperti Discombobulator tanpa penjelasan penuh bisa membawa implikasi hukum dan etika serius. Beberapa negara, termasuk sekutu AS, juga mempertanyakan legalitas serta dampaknya terhadap hukum internasional. Namun demikian, pihak AS berdalih tindakan itu diperlukan untuk melumpuhkan ancaman rudal dan pertahanan udara yang bisa membahayakan pasukan dalam operasi semacam itu.