WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) masih menyimpan opsi untuk menyerang Iran jika kesepakatan damai tidak dicapai. Kedua negara masih dalam status gencatan senjata tanpa batas waktu, meski kesepakatan ini sangat mudah rapuh terkait ketegangan di Selat Hormuz.
Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth mengatakan, Presiden Donald Trump mempertahankan opsi memulai kembali operasi militer besar-besaran terhadap Iran.
“Presiden mempertahankan kesempatan dan kemampuan, lebih banyak kemampuan daripada yang kita miliki sejak awal lalu, untuk memulai kembali operasi besar-besaran, jika perlu," ujarnya, dikutip dari Sputnik, Rabu (6/5/2026).
Dia menambahkan, jika Iran tidak bersedia membuat kesepakatan, Departemen Pertahanan siap untuk bertindak.
AS masih memberlakukan blokade maritim terhadap Iran, melarang kapal-kapal masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhannya.