AS Tambahkan 2 Kementerian dan Sejumlah Konglomerat Militer Myanmar ke Daftar Hitam

Ahmad Islamy Jamil
Seorang pendemo memperagakan tulisan menolak kudeta militer di Myanmar, Februari lalu. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.idAmerika Serikat pada Kamis (4/3/2021) waktu setempat mengumumkan sanksi baru untuk menghukum militerMyanmar atas kudeta 1 Februari. Pemerintah Negeri Paman Sam kini juga menambahkan Kementerian Pertahanan Myanmar dan Kementerian Dalam Negeri Myanmar dalam daftar entitas yang dikenakan sanksi itu.

Tak hanya itu, Amerika juga memasukkan para konglomerat militer teratas di negara Asia Tenggara itu ke daftar hitam perdagangan.

Washington DC juga telah membebankan Myanmar pada pembatasan kontrol ekspor, yang mengharuskan para pemasok di Myanmar mencari lisensi AS—yang sulit diperoleh—untuk mengirimkan barang-barang tertentu.

“Kami tidak akan mengizinkan militer Burma untuk terus mendapatkan keuntungan dari akses ke barang-barang yang tunduk pada Regulasi Administrasi Ekspor AS,” kata Departemen Perdagangan AS dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Jumat (5/3/2021).

Institusi itu menyatakan sedang meninjau tindakan potensial lebih lanjut untuk menghukum militer Myanmar.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
11 jam lalu

Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak Buntut Rencana Iran Perketat Selat Hormuz

19 jam lalu

Trump Akhirnya Akui Persediaan Amunisi AS Menipis gegara Lawan Iran: Perang Segera Berakhir!

23 jam lalu

Presiden Iran Akui Mojtaba Sempat Tak Setuju Gencatan Senjata dengan AS 

1 hari lalu

Murka! Trump Ancam Penjarakan Pihak yang Bocorkan Stok Rudal AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal