WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) memindahkan seluruh pesawat pengebomnya dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford. Namun, penarikan tersebut tidak berarti AS mengurangi kesiapan militernya untuk melancarkan serangan, termasuk ke kawasan Timur Tengah.
Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengatakan kepada Al Jazeera bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di Amerika Serikat.
"Meski keamanan operasional mencegah kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan secara real-time, kami mengakui saat ini seluruh pesawat pengebom AS yang ditempatkan di RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di AS," kata pejabat tersebut.
Keputusan itu diambil setelah otoritas keamanan Inggris menangkap lima orang di dekat RAF Fairford. Mereka dituduh melakukan percobaan tindakan terorisme dengan sasaran pangkalan tersebut.
Kelima orang itu kemudian dibebaskan dengan jaminan. Dalam penyelidikan, aparat Inggris menemukan bensin di dalam mobil mereka. Namun, tidak ditemukan bahan peledak.