RAF Fairford menjadi salah satu pangkalan penting bagi AS untuk mengoperasikan pesawat pengebom jarak jauh. Di antara pesawat yang dapat digunakan dalam operasi tersebut adalah B-1, B-2 dan B-52.
Meski seluruh bomber telah dipindahkan, Pentagon memastikan para pilot tetap berada dalam kondisi siap untuk menjalankan misi.
"Para pilot yang mengoperasikan pasukan pengebom, termasuk B-1, B-2, dan B-52, tetap siap untuk menunjukkan kemampuan serangan global yang presisi, termasuk melalui operasi yang diluncurkan dan mendarat dari daratan Amerika Serikat, di mana saja, kapan saja," ujar pejabat Pentagon tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemindahan pesawat dari Inggris tidak otomatis menghapus kemampuan AS untuk melakukan serangan jarak jauh. Pesawat-pesawat tersebut dapat dioperasikan dari pangkalan di wilayah AS sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah ketegangan AS dan Iran yang masih berlangsung. RAF Fairford sebelumnya menjadi salah satu basis yang digunakan AS dalam mendukung operasi militernya terhadap Iran.
Sementara itu, Iran membantah keterlibatan dalam dugaan rencana serangan terhadap pangkalan tersebut. Hingga kini, tuduhan itu belum membuktikan bahwa Teheran berada di balik upaya serangan RAF Fairford.