AS Tuduh China Berusaha Curi Data Penelitian Vaksin Virus Corona melalui Hacker

Anton Suhartono
FBI menyebut ada upaya pencurian data penelitian vaksin virus corona oleh China (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Biro Penyelidikan Federal (FBI) Amerika Serikat dan para ahli keamanan siber yakin para hacker China mencoba mencuri hasil penelitian untuk mengembangkan vaksin virus corona.

The New York Times dan Wall Street Journal melaporkan, FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri akan merilis peringatan mengenai upaya peretasan yang dilakukan China. Peringatan resmi akan disampaikan dalam beberapa hari.

Disebutkan pula para peretas juga menargetkan informasi dan hak kekayaan intelektual tentang perawatan dan pengujian vaksin Covid-19.

Beberapa pejabat AS menuduh para peretas tersebut terkait dengan pemerintah China.

Presiden Donald Trump saat dimintai komentarnya mengenai laporan dua media tersebut menunjukkan gelagat belum mengetahui.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Health
7 jam lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
7 jam lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Internasional
8 jam lalu

Iran Akan Permanenkan Tarif bagi Setiap Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal