Mengejutkan! Laporan Forensik Terbaru Menduga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri
JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial laporan forensik terbaru terkait kematian Kurt Cobain. Tim forensik independen itu menilai, sang musisi tidak bunuh diri dan mencium adanya insikasi pembunuhan.
Misteri kematian Kurt Cobain kembali memantik perdebatan global. Lebih dari tiga dekade setelah vokalis band legendaris Nirvana itu ditemukan tewas, sekelompok peneliti forensik independen mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan yang dinilai tidak sejalan dengan kesimpulan resmi bunuh diri.
Dalam laporan terbaru yang dikutip Daily Mail, tim forensik menyebut kematian Cobain pada 1994 lebih mengarah pada dugaan pembunuhan. Klaim ini muncul setelah mereka meninjau ulang hasil autopsi, dokumentasi tempat kejadian perkara, serta barang bukti yang selama ini sudah tersebar ke publik.
Pakar forensik Brian Burnett, yang memimpin peninjauan ulang tersebut, menyatakan ada banyak detail yang menurutnya sulit dijelaskan jika kematian Cobain benar-benar terjadi karena bunuh diri. Dia bahkan menyebut skenario yang ada lebih konsisten ke dugaan pembunuhan ketimbang tindakan bunuh diri spontan.
Penyebab Kematian Brad Arnold Vokalis 3 Doors Down Terungkap, Kanker Ginjal Stadium 4!
Salah satu poin yang disorot adalah kondisi fisik Cobain saat ditemukan. Tim ini menduga Cobain lebih dulu mengalami overdosis heroin dalam jumlah besar, yang seharusnya membuatnya hampir mustahil melakukan tindakan kompleks seperti menyiapkan senjata api. Setelah itu, mereka menduga terjadi luka tembak di kepala yang bukan dilakukan sendiri.
Selain itu, pola darah, posisi senjata, hingga penataan barang di sekitar tubuh Cobain dinilai terlalu 'rapi' untuk peristiwa bunuh diri. Beberapa barang bukti, seperti peluru dan dokumen tertentu, disebut berada di lokasi yang menurut para peneliti tampak sengaja diatur.
WNA Amerika Tewas dalam Aparatemen di Bandung, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Tim forensik independen juga mempertanyakan keaslian dan konteks catatan bunuh diri yang ditemukan di lokasi. Mereka menilai gaya tulisan dan isi catatan tersebut tidak sepenuhnya konsisten dengan kondisi mental seseorang yang baru saja mengalami overdosis berat.