AS Tuduh Pemerintah Afghanistan Korup, Pangkas Bantuan Rp2,2 Triliun

Nathania Riris Michico
Menlu AS Mike Pompeo (kiri) dalam konferensi pers bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul, 9 Juli 2019 lalu (foto: REUTERS).

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menuduh pemerintah Afghanistan gagal memberantas korupsi. Kini AS memangkas lebih dari 160 juta dolar atau sekitar Rp2,2 triliun bantuan langsung, sepekan sebelum pilpres digelar di negara itu.

Meski AS sejak lama mengeluh tentang korupsi yang ada di pemerintahan sekutunya itu, pemangkasan bantuan terjadi setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bentrok dengan Presiden Donald Trump soal perundingan damai antara AS-Taliban.

"Kami menentang orang-orang yang memanfaatkan posisi dan pengaruhnya supaya rakyat Afghanistan tidak bisa merasakan keuntungan bantuan luar negeri demi masa depan yang lebih makmur," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, seperti dilaporkan AFP, Jumat (20/9/2019).

Pompeo mengatakan, AS juga menghentikan kerja sama dengan badan Afghanistan yang ditugaskan memantau korupsi.

"Karena badan itu terbukti tidak sanggup menjadi mitra yang baik."

"Kami berharap pemerintah Afghanistan menunjukkan komitmennya yang jelas untuk melawan korupsi, untuk melayani rakyat dan mendapatkan kepercayaan mereka," ujar Pompeo lagi.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
9 hari lalu

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Wilayah di Afghanistan, 17 Orang Tewas

Internasional
1 bulan lalu

Dari Sekutu Jadi Ancaman, Kisah Pahit Imigran Afghanistan yang Berbalik Menyerang AS

Internasional
1 bulan lalu

Imigran Afghan Pelaku Penembakan Tentara Garda Nasional AS Mantan Pekerja CIA, Apa Motifnya? 

Internasional
1 bulan lalu

1 Tentara Garda Nasional AS yang Ditembak Imigran Afghanistan Dekat Gedung Putih Meninggal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal